Pagi Minggu yang Hangat: Kombinasi Santai dan Produktif
Minggu, 14 September 2025
Pagi ini aku membiarkan mata terpejam lebih lama dari biasanya. Sinar mentari menyusup perlahan melalui tirai jendela, menari-nari di lantai kamar, seolah mengingatkanku bahwa weekend adalah hadiah setelah pekan yang melelahkan. Jam menunjukkan pukul 9 ketika aku menyingkap selimut, merasakan hangatnya masih menempel di kulit, sebelum akhirnya melangkah keluar dari dunia mimpi.
Rencanaku sederhana: membaca buku, menonton, menyeruput kopi hangat, dan menikmati camilan favoritku—aktivitas yang menenangkan, yang membuat hari terasa lebih lambat dan lebih nikmat. Tapi kenyamanan pagi itu tergeser oleh bunyi notifikasi WhatsApp. Dari layar ponsel, pesan Pak Radit muncul:
"Bu Widi, minta take ulang videonya, punya dia gagal lebih 10 menit."
Pak Radit, dulu guru SMP-ku, kini rekan kerjaku. Tanpa pikir panjang, aku membalas menanyakan lokasi dan waktunya. “Di SMA 2, jam 11 kita gas ke sana!” jawabnya.
Aku tersenyum, sekaligus merasakan denyut adrenalin kecil yang muncul dari rutinitas dadakan ini. Air mengalir deras di wastafel, menyapu rasa kantuk dari wajahku. Lalu aroma kopi yang baru saja direbus menyambut, pekat dan hangat, membelai inderaku. Secangkir kopi, sedikit susu creamer, aku letakkan di meja kerja di sudut kamar. Layar komputer menyala, cahaya birunya memantul di mataku, dan aku mulai menulis ini—lalu tersadar, kopi itu masih utuh, menunggu untuk dinikmati.
Sruuutttt… suara kecil saat gelas bertemu bibir, dan hangat kopi yang merayapi lidah, pahit dan manis berpadu, membawa energi pertama pagi ini. Alarm ponsel berbunyi pukul 10.10 WIB—pengingat lembut bahwa waktu pagi tidak menunggu.
Hari ini aku ingin tetap produktif, namun juga menikmati setiap momen. Aku menuliskan rencana ini sebagai panduan, sekaligus ritual:
-
Bersyukur, karena masih bisa bernapas, merasakan hangat matahari, dan bergerak bebas di dunia ini.
-
Menyelesaikan editing video Ukin PPG dari proyek kemarin yang gagal ekspor (video bu Peni).
-
Menyiapkan perangkat ajar yang akan jatuh tempo dalam tiga hari—dimulai dari Bahasa Indonesia kelas 7, lalu PJOK kelas 7, 8, dan 9.
-
Olahraga sore minimal 30 menit, merasakan setiap tarikan napas dan gerakan otot.
-
Malam hari, setelah makan, menyelipkan waktu untuk membaca, merenung, atau sekadar menatap langit malam dari jendela.
-
Take video Ukin PPG bu Widi jam 11 nanti, menghadirkan kreativitas di setiap frame.
-
Menyelesaikan perangkat ajar dan menyiapkan pelajaran untuk Senin.
-
Membaca atau mendengarkan podcast yang menumbuhkan inspirasi.
-
Berdoa, merenung, dan mengucap syukur sebelum tidur.
-
Terakhir, tidur, membiarkan tubuh dan pikiran beristirahat dengan damai.
Hari ini adalah kombinasi antara rutinitas dan kejutan kecil—antara santai dan produktif. Jurnal ini bukan sekadar catatan, melainkan kompas yang menuntunku melewati setiap detik.
Jika tulisan ini sampai di tanganmu, terima kasih. Semoga harimu indah, penuh produktivitas, dan dipenuhi momen-momen yang terasa, seperti kopi pagi yang hangat dan aroma yang menenangkan.
Komentar